Melukis.
Menggores kuas diatas kanvas. Membiarkannya menari sembari mencipratkan warna - warna dari sabetan sampur-nya. Warna yang diinginkan, yang disukai, yang dibutuhkan. Sangat bisa mencipta satu bentuk lugas tanpa bias. Tapi kadang menggiring mereka menguntit lenggak - lenggok tarian kuas juga tak kalah nikmat. Bahkan terasa lebih.
Ada kalanya warna - warna itu telah lebih dulu terpilih. Namun jika mendadak ada keinginan untuk menitikkan warna baru, warna lain, warna tambahan, akan tetap dilakukan.
Selalu ada hasrat untuk melukis. Tentang suara - suara hati yang nyaring mengalun menembus mega. Tentang teriakan - teriakan lantang jiwa yang terkungkung dipadang gamang. Tentang secuil asa yang senantiasa dijaga untuk menyulut dunia yang dahaga. Tentang ukiran - ukiran senyum yang membuncahkan suka cita semesta.
Betapa rasa puas itu terasa mahal. Kala sesorang memandang lukisan itu, maka semua terbayar. Bahkan baru sekedar memandang. Tapi telah mampu menghadirkan bertumpuk - tumpuk warna lain yang ingin segera digoreskan.
Melukis...
Menulis...
Maka itu sama bagiku. Senangnya bisa melukiskan tulisan...
Selasa, 24 Maret 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
