
Imajiku mewujud nyata. Tidak semua sisi ada, tapi setting, waktu, tokoh, alur dengan ending cerita yang telah dirumuskan, ADA.
Wooow…ada Kay dan Teman itu datang. Sekedar tambahan informasi, Kay adalah tokoh sentral dalam imajiku dan Teman ku adalah sentral yang lain.
Bukan suatu kebetulan karena Sang Penguasa Maha Mengatur segala.
Taman itu. Taman ditepi sungai dengan beberapa pengunjung yang menikmati senja, senda gurau itu dan suara-suara mobil yang turut menjadi backsound dalam rangkaian imajiku benar-benar mendekati SAMA.
Senja itu. Senja yang cerah meski jingga tak lagi tampak meng-angkasa. Mendung absen, pun hujan tak hadir. Tidak begitu padat namun memang lebih ramai dari hari-hari biasa. IYA…! Sore itu adalah hari terakhir bulan Ramadhan 1430 H alias malam takbiran...!
(Silakan membayangkan sendiri bagaimana keadaan jalan raya kala itu)
Dunia nyata jauh lebih indah dari yang maya. Subhanallah…
Sosok itu. Imajiku yang terbang telah melukis Seorang Teman yang satu saat menghampiri tempatku duduk lengkap dengan segala atribut sesuai inginku. Benar-benar egois memang. Aku yang mendandani Teman itu berdasar mauku. Dan yang datang adalah…soooo close…!
Sosok Teman itu benar datang dengan celana jeans belel tiga perempat. Sendal jepit. Kaos oblong (meski bukan Spiderbilt). Sedikit tambahan dalam nyata adalah tas ransel yang tampak menempel dipunggungnya. Gaya berjalan yang tidak berlari namun lebih cepat dari orang berjalan. Dia benar menghampiriku.
YA…! Dia itu Temanku!
Rumah itu. Imajiku melukiskan bahwa inginku adalah membawa Teman itu pulang kerumah Ibu. Rumah yang akan mendapat warna lain dengan hadirnya. Rumah yang akan bertambah suara ceria setelah urun suaranya. Rumah itu yang akan menjadi rumahnya.
Dan aku pun pulang bersama Temanku. Malam itu juga.
Subhanallah…
Ya. Semoga rasa syukur tidak pernah absen dalam diri. Kembali membuka memori berharap semakin menumbuhkan segala rasa segala asa segala doa terbaik untuk semua.
Pasti beribu kisah indah diluar sana. Jika kisah ini hanyalah setitik indah itu, maka tidak akan pernah mengurangi rasa syukur-ku (dan Temanku, aku yakin itu) pada Rabb yang Maha Besar.
Alhamdulillah…kini Kay sudah menemukan seorang Teman.
And here we are…MonKay the 13th.
^_^
